8 September 2026 - 21:57
Insiden yang Melibatkan Mahasiswa Irak di Semnan Diselidiki, Dua Orang Ditangkap

Otoritas kehakiman Provinsi Semnan menyatakan kabar mengenai penculikan dalam insiden yang melibatkan mahasiswa Irak tidak terbukti. Meski demikian, kasus telah dibuka dan dua orang yang terkait dengan insiden tersebut ditangkap untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sehari sebelumnya beredar di media sosial sejumlah rekaman yang memperlihatkan keributan antara sekelompok mahasiswa Irak dan sejumlah warga Iran di Semnan.

Sejumlah orang juga dilaporkan berkumpul di luar tempat tinggal mahasiswa dan meneriakkan slogan. Polisi kemudian tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi, dan insiden berakhir setelah pejabat universitas turut turun tangan. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak terjadi bentrokan, serangan ataupun penculikan di asrama utama Universitas Semnan.

Hubungan Masyarakat Universitas Semnan membantah kabar yang menyebut insiden berlangsung di asrama resmi kampus. Menurut universitas, kejadian tersebut berlangsung di luar kompleks asrama, tepatnya di sebuah tempat tinggal swasta di luar kampus yang tidak terkait dengan asrama resmi Universitas Semnan.

Otoritas kehakiman Provinsi Semnan juga menyatakan bahwa hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan tidak terjadi penculikan maupun pencurian yang dilakukan oleh mahasiswa.

Dua Orang Ditangkap

Meski demikian, untuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian, pihak berwenang telah membuka perkara dan menangkap dua orang yang diduga terkait dengan insiden tersebut. Penyelidikan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh fakta mengenai kejadian itu.

Awal Mula Kabar Beredar

Menurut laporan tersebut, informasi mengenai kasus ini pertama kali mencuat setelah media Irak Baghdad Al-Youm mempublikasikan laporan yang menyebut adanya bentrokan antara mahasiswa Iran dan Irak menyusul dugaan penculikan seorang perempuan.

Setelah itu, sejumlah media yang oleh sumber Iran disebut sebagai media anti-pemerintah mengaitkan kejadian tersebut dengan Pasukan Mobilisasi Populer Irak (Hashd al-Shaabi). ABNA menyatakan klaim mengenai keterlibatan Hashd al-Shaabi tersebut tidak benar.

Kedutaan Irak Bentuk Tim Bersama

Menanggapi kejadian itu, Kedutaan Besar Irak dan Atase Kebudayaan Irak di Iran menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan mahasiswa menjadi prioritas. Kedua pihak mengumumkan pembentukan sebuah komite bersama untuk melakukan pemeriksaan segera dan langsung di lapangan. Perwakilan Kedutaan Irak dijadwalkan berkunjung ke Semnan untuk bertemu para mahasiswa dan mendengarkan permintaan serta kekhawatiran mereka.

Komite tersebut juga akan mengadakan pertemuan dengan pejabat Kementerian Sains, Riset dan Teknologi Iran, pejabat Kota Semnan, serta jajaran Universitas Semnan. Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Irak meminta para mahasiswa tetap tenang dan menghindari keluar dari tempat tinggal jika tidak diperlukan hingga penyelidikan terhadap insiden tersebut selesai.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha